Wednesday, April 28, 2010

Berapa Ukuran Penis yang Normal?

Setiap orang memiliki pandangan berbeda mengenai ukuran penis yang dianggap normal. Ada yang beranggapan semakin besar ukuran penis, maka itu lebih baik. Tapi ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi pertumbuhan penis.

Salah satu faktor yang paling mempengaruhi adalah faktor keturunan, seperti halnya warna mata atau warna kulit yang tidak dapat diubah. Selain itu jumlah hormon testosteron dalam tubuh juga turut mempengaruhi pertumbuhannya.

Seperti dikutip dari familyeducation, Jumat (23/10/2009), penis akan mulai bertambah ukuran dan panjangnya ketika testis juga sudah membesar. Hal yang paling mempengaruhi pertumbuhan penis adalah testosteron dan hormon ini dihasilkan dari pertumbuhan testis itu sendiri.

Biasanya penis anak laki-laki saat lahir berukuran panjang minimal 2,5 cm. Saat berusia 6 bulan, panjang penis akan bertambah menjadi minimal 3 cm dan akan terus bertambah sesuai dengan usianya. Jika anak memiliki ukuran penis kurang dari standar tersebut, maka segera periksakan apakah anak Anda menderita mikropenis atau tidak.

Secara normal pada usia remaja, rata-rata panjang ukuran penis adalah antara 3 inci (7,62 cm) sampai 4 inci (10,16 cm). Sedangkan ukuran penis yang normal bagi laki-laki dewasa antara 5 inci (12,7 cm) sampai 6 inci (15,24 cm).

Sebenarnya agak sulit untuk bisa memberikan ukuran rata-rata penis yang akurat karena setiap orang memiliki keturunan yang berbeda. Biasanya pertumbuhan dari penis ini akan berhenti saat memasuki usia antara 18 tahun hingga 21 tahun.

Meskipun terdapat ukuran normal, bukan berarti laki-laki yang memiliki ukuran penis lebih kecil itu tidak normal. Karena ukuran ini tergantung dari berat badan, keturunan serta bagaimana produksi hormon testosteron dalam tubuhnya. Untuk itu, sebaiknya jangan langsung mengonsumsi obat-obat yang dijual bebas. Tapi berkonsultasilah dengan dokter untuk bisa mengetahui normal atau tidaknya.

Seperti diketahui pada saat mencapai usia tertentu, tubuh mulai mengalami penyusutan termasuk penis seorang laki-laki ketika usianya masuk 40 tahun ke atas. Karena hormon testosteron laki-laki akan menurun 1 persen setiap tahunnya serta sifat busa dari pembuluh darah di dalamnya juga menurun, sehingga mau tidak mau akan mempengaruhi ukuran dari penis itu sendiri yang makin lama makin mengecil.

5 Profesi yang Bikin Pria Punya Kemampuan Seks Baik

Pria pintar, cerdas dan kutu buku sering diidentikkan dengan kemampuan seks yang rendah. Namun menurut sebuah survei, ada beberapa tipe pria cerdas yang masuk kategori pria berkemampuan seks baik, sesuai dengan profesinya. Profesi apa saja?

Dikutip dari Lemondrop, Jumat (23/10/2009) sebuah survei pun dilakukan untuk mengetahui pria dengan tipe profesi apa yang memiliki kemampuan seks yang bagus, dan ini dia 5 tipe pria cerdas berdasarkan profesinya.

1. Dokter
Seorang dokter lebih mengetahui anatomi tubuh manusia, termasuk wanita. Oleh karena itu, tak heran jika dokter punya kemampuan seks yang baik karena ia tahu bagian-bagian orgasme wanita. Dokter juga setidaknya punya ilmu seks yang didasarkan pada studi literatur.

2. Guru atau dosen
Profesi guru menuntut seseorang untuk berurusan dengan banyak orang dan belajar banyak hal. Hal itu tak jarang membuatnya stres dan sebagai pelampiasannya ia mencurahkan masalahnya melalui seks. Jika pasangan Anda adalah seorang guru, tetaplah bersamanya.

3. Analis ritel
Ini adalah tipe profesi yang membuatnya banyak bertemu banyak orang penting yang sering menggunakan minyak wangi. Hal itu akan memicu kelenjar olfactori bekerja. Kelenjar olfaktori berfungsi merangsang penciuman dan meningkatkan gairah seks.

4. Penulis
Seorang penuils biasanya memiliki ide yang banyak. Ia terbiasa mencari ide tulisan dengan pemikiran kreatifnya. Hal itu akan berpengaruh pada kemampuan mencari ide seks seperti apa yang akan dilakukannya. Mau seks di manapun dan cara apapun, ia bisa mengatasinya.

5. Artis
Artis diidentikkan dengan kebahagiaan dan dunia gemerlap. Tak sedikit juga mereka yang mengonsumsi alkohol. Alkohol diketahui bisa meningkatkan kemampuan seksual dan menghangatkan tubuh. Hal itu bisa memicu dan merangsang hormon pembuat rasa senang seperti dopamin dan hormon penenang seperti oxcytocin bekerja. Dan ketika hormon-hormon itu bekerja, Anda pun bisa melakukan seks dengan baik.

Friday, March 26, 2010

Sejarah Gay di Indonesia

Sebuah fenomena menarik terjadi akhir pekan ini di Indonesia. Sebuah organisasi gay dan penyimpangan seksual lain yang bernaung dalam ILGA (International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender dan Intersex Association) bisa begitu vulgar dan ngotot akan mengadakan kongres keempatnya di negeri muslim seperti Indonesia. Tepatnya, di Surabaya.

Pertanyaan menarik, kenapa mereka bisa begitu vulgar dan berani mempromosikan sebuah acara besar seperti kongres di Indonesia? Padahal, sudah jelas-jelas, rencana kongres mereka tanggal 26 hingga 28 Maret ini ditentang hampir seluruh kalangan. Tidak kurang dari 20 ormas Islam di Surabaya menolak keras kongres gay ini. Begitu pun dengan walikota dan polwiltabes Surabaya.

Setidaknya, apa yang diucapkan ketua pelaksana kongres ILGA, Rafael Decosta, memberikan keterkejutan tersendiri. Menurutnya, pembatalan acara bukan karena adanya penolakan dan ancaman dari ormas Islam. Tapi, karena polwiltabes Surabaya tidak memberi izin.

Decosta yakin, bahwa penolakan terhadap kongres ILGA se-Asia ini lebih disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat terhadap kegiatan organisasi yang mereka lakukan. Dengan kata lain, kongres sebenarnya bukan dibatalkan, tapi ditunda. Butuh waktu untuk menjelaskan ke masyarakat Indonesia, yang menurut mereka belum memahami soal tindak tanduk ILGA.

Kaum Gay LaknatullahKaum Gay Laknatullah

Dari pernyataan Decosta itu, ada beberapa hal yang bisa dicermati soal gerakan ILGA di Indonesia.

Pertama, gerakan mereka di Indonesia bukan gerakan baru. Tapi sudah dimulai sejak lama. Pada tahun 1969, di Jakarta berdiri organisasi wadam (baca: gay) pertama, Himpunan Wadam Djakarta (HIWAD). Organisasi ini berdiri difasilitasi oleh Gubernur DKI Jakarta Raya, Ali Sadikin. Pada tanggal 1 Maret 1982, organisasi gay terbuka pertama di Indonesia dan Asia, Lambda Indonesia, berdiri, dengan sekretariat di Solo.

Dalam waktu singkat, terbentuklah cabang-cabangnya di Yogyakarta, Surabaya, Jakarta dan tempat tempat lain. Terbit juga buletin G: gaya hidup ceria (1982-1984). Akibat dari munculnya organisasi Lambda Indonesia, di tahun1992, terjadi ledakan berdirinya organisasi-organisasi gay di Jakarta, Pekanbaru, Bandung dan Denpasar. Juga di tahun 1993 Malang dan Ujungpandang menyusul.

Pada tahun-tahun selanjutnya, kaum gay makin banyak mendirikan organisasi dan komunitas, hanya saja belum berani unjuk diri secara terang-terangan ke masyarakat Indonesia.

Namun, akhir-akhir ini fakta itu bergeser. Pasalnya, acara-acara TV yang menampilkan sosok gay semakin banyak. Kebanyakan dari mereka muncul untuk “menginformasikan” kehidupan kaum gay kepada masyarakat. Dan, karena tampilan yang bombastis dan sering itu, masyarakat pun menjadi terbiasa, bahkan terhibur oleh penampilan para gay di layar televisi.

Salah satunya acara Empat Mata yang dibintangi oleh komedian Tukul Arwana. Pada tanggal 16 Mei 2007, Empat Mata menghadirkan seorang gay yang bernama Dede. Dede hadir menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar dunia gay.

Pemunculan Dede ini dinilai oleh sebagian pihak sebagai tanda-tanda bahwa masyarakat Indonesia mulai menerima kehadiran kaum gay, atau setidaknya mulai tumbuh rasa ingin tahu tentang kehidupan kaum gay.

Berapa sebenarnya jumlah dan perkembangan kaum gay di Indonesia? Menurut sebuah situs gay, jumlah gay yang terdaftar di web tersebut untuk kota Jakarta saja mencapai 3000 orang. Sedangkan hasil survey YPKN (Yayasan Pelangi Kasih Nusantara) menunjukkan, ada 4.000 hingga 5.000 penyuka sesama jenis di Jakarta.

Menurut Ridho Triawan, pengurus LSM Arus Pelangi, sebuah yayasan yang menaungi lesbian, gay, waria dan transjender, setidaknya ada 5000 gay serta lesbian yang hidup di Jakarta. Secara kalkulasi, pakar seksualitas Dr Boyke Dian Nugraha sempat mencatat bahwa frekuensi kaum gay yang murni adalah satu dari 10 pria.

Sedangkan LSM gay yang lain, Gaya Nusantara, memperkirakan sekitar 260.000 dari enam juta penduduk Jawa Timur adalah homo. Angka-angka itu belum termasuk kaum homo di kota-kota besar. Dr. Dede Oetomo memperkirakan, secara nasional jumlahnya mencapai sekitar 1 persen dari total penduduk Indonesia. Kalau asumsi Dr Dede Oetomo benar, tentunya itu sebuah angka yang membelalakkan mata.

Kedua, adanya dukungan dari pejabat. Inilah yang membuat mereka yakin bisa melalui penolakan dari berbagai ormas Islam. Sebuah media massa nasional memberitakan bahwa sebelum ILGA mengajukan izin ke kepolisian Surabaya, mereka sudah mendapat izin dari Mabes Polri.

Dukungan lain juga datang dari Komnas HAM. Dengan dalih hak azazi manusia, seorang ketua Komnas HAM, Ifdal Kasim, mendukung diselenggarakannya kongres ILGA Asia di Surabaya. Menurutnya, kelompok marginal yang rentan mengalami diskriminasi ini harus tetap mendapatkan perlindungan dan hak-haknya.

Bagi Komnas HAM, pemerintah seharusnya mendukung dan memberikan hak-hak yang sama terhadap kaum marginal. Karena mereka juga merupakan bagian warga negara. “Kaum marginal juga mempunyai hak-hak berkumpul menggelar seminar atau kongres,” papar Ifdal yang mengaku sudah dihubungi pihak panitia. (inilah)

Selain itu, dukungan juga datang dari wakil ketua DPRD Jawa Timur, Sirmadji. Anggota FPDIP yang juga ketua DPC PDIP Jatim ini mendukung pelaksanaan kongres ILGA digelar di Surabaya. Menurutnya, persoalan hak azazi harus dihormati sebagaimana yang sudah diatur dalam UUD 1945.

Ketiga, pemilihan Surabaya sebagai tempat kongres di Indonesia tentu bukan asal tunjuk. Tidak tertutup kemungkinan, Jawa Timur khususnya Surabaya merupakan daerah yang mempunyai populasi gay terbesar di Indonesia. Selain itu, letak Surabaya yang berdekatan dengan lokasi wisata internasional seperti Bali mempunyai letak yang lumayan strategis.

Jika dilihat dari tempat-tempat kongres sebelumnya, lingkungan sekitar Surabaya memang mempunyai kesamaan dengan lokasi kongres kesatu hingga tiga. Kongres ILGA pertama diselenggarakan di sebuah kota wisata yang padat dengan komunitas Yahudi, yaitu Mumbai, India (2002). Kongres kedua di kota yang tidak begitu berbeda dengan yang pertama, di Cebu, Filipina (2005). Dan ketiga, di Chiang Mai, Thailand (2008).
Selain berdekatan dengan Bali, Surabaya mempunyai kompleksitas penduduk yang lebih heterogen dibanding Jakarta. Satu-satunya rumah ibadah Yahudi di Indonesia juga berada di Surabaya.

Tentunya, fenomena ini menjadi pekerjaan rumah yang berat untuk para aktivis Islam di kota-kota besar di Indonesia, khususnya Surabaya.

Sunday, March 14, 2010

Pakar Psikoterapi Atheis Terkenal India Masuk Islam

Seorang ahli psikoterapi terkenal India menyatakan dirinya masuk Islam pada hari Kamis lalu.

Dr. Periyadarshan yang merupakan ahli psikoterapi dan seorang atheis, setelah memeluk agama Islam, ia mengganti namanya menjadi Abdullah, seperti dilaporkan Arab News pada hari Jumat.

Dr. Abdullah mengatakan dalam salah satu pernyataannya bahwa agama Islam adalah satu-satunya agama di dunia yang mengikuti kitab suci yang langsung diwahyukan dari Allah SWT.

Dia mengatakan bahwa sebagai orang yang mempelajari perbandingan agama, ia meyakini bahwa kitab-kitab suci dari agama lain tidak secara langsung di wahyukan Allah kepada manusia. Dia menambahkan bahwa hanya Al-Quran lah kitab suci yang masih dalam format yang sama seperti yang di wahyukan kepada nabi Muhammad SAW dari Allah SWT.

Dr. Abdullah adalah seorang dosen tamu di Universitas California Los Angeles. Dia juga sempat bermain dalam film Tamil terkenal berjudul "Karuthamma", sebuah film yang berkisah tentang peristiwa pembunuhan bayi perempuan yang baru lahir yang banyak terjadi di beberapa desa-desa terpencil di India.

"Saya terkenal di India sebagai seseorang yang berteologi Atheis dan saya kemudian menjadi sadar bahwa hanya agamalah satu-satunya jalan keluar bagi umat manusia baik di dunia maupun di akhirat," katanya dalam sebuah pernyataan.

Dr. Abdullah direncanakan Sabtu kemarin (13/3) akan melaksanakan ibadah umroh pertamanya ke kota-kota suci Makkah dan Madinah

Wednesday, March 3, 2010

Rekor Suram Bunuh Diri Tentara Amerika Tahun 2009

Bunuh diri di Angkatan Darat AS memasuki sejarah dan rekor baru pada tahun 2009. Tidak kurang dari 160 prajurit telah membunuh diri mereka sendiri, menurut laporan militer AS. Mereka menyebut 2009 sebagai "tahun yang menyakitkan."

Pemimpin Angkatan Darat AS telah memperingatkan bahwa tingkat bunuh diri berada di jalur yang pesat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 140. Namun mereka mengatakan bahwa penyebab lonjakan ini masihlah belum jelas.

"Tidak ada pertanyaan bahwa 2009 merupakan tahun menyakitkan bagi tentara karena banyaknya kasus bunuh diri," kata Kolonel Christopher Philbrick, wakil direktur pasukan gugus tugas pencegahan bunuh diri.

Sepuluh kasus dugaan bunuh diri pada bulan Desember terjadi pada tentara yang masih aktif bertugas. Diyakini yang membuat depresi para tentara ini adalah tekanan berat dari tahun-tahun perang di Irak dan Afghanistan. Selain itu juga masalah perkawinan.

Namun menurut penelitian militer itu sendiri, jalan suram bunuh diri itu tidak selalu dipicu oleh "pertempuran wisata" di Afghanistan dan Irak. Tampaknya penyebabnya bervariasi, dari basis ke basis, dan sekitar sepertiga dari tentara yang bunuh diri adalah mereka yang belum pernah dikerahkan sama sekali dalam misi di Afghanistan atau Irak.

Hmm, mungkin sudah ketakutan duluan!

Imam Muslim Pimpin Doa di Kongres AS

Pembimbing rohani di Universitas Duke, Imam Abdullah Antepli diberi kesempatan untuk membacakan doa pembuka di Kongres AS, Rabu (3/3) Tradisi membacakan doa pembuka sebelum para anggota Kongres bersidang dimulai sejak tahun 1789, tapi selama itu pula baru tiga kali pembacaan doa pembuka dipimpin oleh seorang imam Muslim, termasuk Antepli.

Antepli mengatakan, kesempatan yang diberikan pada pemuka agama Islam untuk memimpin doa pembuka di Kongres merupakan saat yang tepat karena Muslim dan Islam sekarang sedang menjadi pusat perhatian di AS.

"Berita bahwa seorang Imam Muslim membacakan doa pembuka di Kongres ibarat udara segar. Hal ini meringankan beban dalam hati dan pikiran banyak warga Muslim yang terluka dengan kenyataan yang mereka alami pasca serangan 11 September 2001," ujar Imam Antepli.

Pasca serangan itu, banyak warga Muslim di AS yang jumlahnya dipekirakan mencapai 7 sampai 8 juta jiwa, mengalami diskriminasi atau dicurigai yang melanggar hak-hak sipil mereka.

Anggota Kongres, David Price dari North Carolina memuji Antepli yang juga pendiri serta anggota eksekutif Muslim Chaplain Association dan anggota National Association of College and University Chaplains.

"Selama dua tahun pengabdiannya sebagai pembimbing rohani bagi Muslim di Universitas Duke, ia sudah melakukan banyak prestasi dalam menyebarkan perbedaan dan saling pemahaman. Suatu kehormatan besar, dia ada di sini untuk membawakan doa pembuka," puji Price pada Antepli.

Aula Kongres hari itu penuh dengan warga masyarakat Muslim dan para pimpinan organisasi Muslim yang sengaja datang untuk menyaksikan Antepli membacakan doa. Salah seorang muslimah, Aisha Yasin mengaku hatinya bergetar bahagia menyaksikan seorang Muslim membawakan doa di Kongres.

"Mengagumkan. Perasaan saya senang melihat seorang Muslim dilibatkan dalam sebuah tradisi yang sudah mengurat akar dalam sejarah Amerika," ungkap Aisha.

Pemuka Muslim dari Islamic Society of North America (ISNA), Dr. Mohamed El Sanusi juga sangat terkesan melihat moment yang jarang sekali terjadi di Kongres AS, kemarin. "Peristiwa ini sangat penting bagi komunitas Muslim, mereka akan merasa bangga karena merasa sudah diikutsertakan dalam masyarakat," kata El Sanusi.

"Ini menunjukkan bahwa masih ada harapan, meski apa yang semua telah terjadi, apa yang ditulis media tentang Muslim. Muslim merupakan bagian dari rakyat AS dan itu tak terbantahkan," sambungnya.

Antepli membuka doanya di hadapan Kongres AS dengan ucapan salam "Assalamu'alaikum." Dalam doanya ia meminta agar Allah memberikan sinar penerang bagi seluruh anggota Kongres.

"Ya ... Allah segala bangsa, berikanlah kebaikan pada Kongres yang terhormat ini. Lindungilah para pembuat keputusan penting ini dengan cahayaMu. Jadilah sumber kekuatan dan ketengangan yang membuat mereka mampu melayaniMu dan memuliakan namaMu, dengan cara melayani rakyat dari bangsa yang besar ini dan kepada seluruh umat manusia tanpa memandang jenis kelamin, etnis atau agamanya," demikian potongan doa Antepli.

Polisi

Setelah minum 2 butir Antimo pusingnya nggak ilang-ilang, seorang Polisi marah2 mendatangi warung tempat dia membeli obat...!!

Warung : "Bapak dari Kepolisian, ya?"
Polisi : "Iya. Emang kenapa kalau Kepolisian?"
Warung : "Pantesan ndak mempan, Pak. Lah wong Antimo itu hanya untuk
Darat, Laut, dan Udara. Untuk Kepolisian nggak ada, Pak

Runtuhnya Kekuasaan Presiden SBY?

Rapat paripurna DPR terhadap kasus Bank Century, yang berakhir tadi malam, pukul 23.30, di mana mayoritas anggota DPR memutuskan memilih opsi C, yakni pemberian dana talangan kepada Bank Century dan penyalurannya di diduga ada penyimpangan, sehingga diserahkan ke proses hukum.

Kesimpulan DPR itu diperoleh melalui voting, opsi C itu didukung penuh oleh Partai Golkar, Partai Demokrsi Perjuangan (PDI-P), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan seorang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Jumlah suara yang mendukung opsi C, sebanyak 325 suara.

Sementara itu, jumlah yang mendukung talangan (bail out), yang terdiri Partai Demokrat (PD), Partai Amanah Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), jumlah suaranya hanyalah 212 suara. PPP yang membuat tindakan kejutan dengan mendukung opsi C, yang semula nampak ingin bergabung partai-partai yang mendukung bail out, tapi justru berubah, di saat pengambilan keputusan.

Sebelumnya, Presiden SBY-Boediono, yang memenangkan pemilu presiden mendapatkan dukungan suara 60,5 persen dari rakyat, dan di parlemen dengan koalisi yang mendukungnya, seperti Partai Golkar, Partai Demokrat (PD), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mempunyai dukungan politik yang kuat di perlemen, yang suaranya hampir 75 persen.

Tetapi, menghadapi kasus Bank Century ini, kekuatan koalisi yang mendukung pemerintahan SBY-Boediono, menjadi minoritas, dan hanya Partai Demokrat (PD), Partai Amanan Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang masih tetap menjadi ‘back bone’ (tulang punggung) koalisi, dan setia mendukung kebijakan pemerintah, terkait dengan bail out Bank Century.

Apakah keputusan paripurna DPR, dan sikap partai-partai politik, kiranya dapat menjadi kesimpulan terjadinya ‘distrust’ (ketidak percayaan), serta sekaligus bentuk referendum DPR terhadap Presiden SBY-Boediono, yang menolak kepemimpinannya? Nampaknya, langkah-langkah politik yang dijalankan Presiden SBY-Boediono nyata-nyata telah ditolak. Bahkan kesimpulan paripurna DPR itu, secara ekplisit menyebutkan, pemberian dana talangan (bail out) kepada Bank Century dan penyaluran di duga ada penyimpangan, dan diserahkan ke proses hukum. (Kompas, 4/3/2010)

Padahal, sehari sebelumnya, Presiden SBY sudah membuat pernyataan, terkait dengan kasus Bank Century, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/3), yang menyatakan membenarkan dan bertanggung jawab atas kebijakan pemberian dana talangan (bail out) kepada Bank Century demi penyelamatan perekonomian Indonesia’, tegas Presiden.

“Saya berada di luar negeri 13 hari. Wakil Presiden di Tanah Air dan Beliau yang menjalankan tugas pemerintahan sehari-hari. Meski saya tidak ada di Tanah Air saat itu, dalam merumuskan langkah tindak perbankan dan perekonomian yang mesti dilakukan terhadap Bank Century, meskipun Gubernur Bank Indonesia (BI), dan Menteri Keuangan (Menkeu) tidak melalui izin saya, karena Beliau bekerja dengan undang-undang saya katakan bahwa yang dilakukan penyelamatan perekonomian kita adalah benar dan saya bertanggung jawab”, kata Presiden.

Faktanya sekarang DPR melalaui keputusannya terkait dengan kasus Bank Century, mayoritas partai-partai politik, yang sebelumnya merupakan para pendukung Presiden SBY, menolak keputusan dan kebijakan pemberian bail out terhadap Bank Century. Dengan keputusan yang menyebutkan ‘penyalurannya diduga ada penyimpangan, sehingga diserahkan ke proses hukum’. Sikap mayoritas DPR yang berani menolak Presiden SBY, yang sudah pasang dada, menggambarkan keadaan yang sebenarnya, bahwa Presiden SBY sudah kehillangan pengaruh kekuasaannya.

Hitungan-hitungan politik yang bakal terjadi, pilihan Presiden SBY tetap mempertahankan Boediono dan Sri Mulyani, dan posisinya akan semakin sulit, serta terus menghadapi gerakan oposisi di parlemen, ditambah dengan kemarahan rakyat, yang semakin luas. Hal ini kemungkinan akan berakhir dengan gerakan rakyat ‘people power’.

Seperti Bank Century yang sejak proses mergernya sudah bermasalah, sama halnya dengan pilihan dan keputusan politik dari Presiden SBY, yang memilih calon pasangannya menjadi wakil presiden, seorang tokoh yang bukan berasal dari partai politi, yaitu Boediono, sebuah keputusan dan pilihan yang sangat berisiko, di era demokrasi yang sangat ditentukan peranan partai-partai.

Boediono tidak memiliki dukungan politik yang memadai, dan hanya mengandalkan dirinya seorang birokrat, yang konservatif di bidang makro ekonomi, sesuai dengan keinginan negara-negara Barat, yang menjadi patron Boediono. Ketika muncul kasus Bank Century itu, bagaikan ‘air bah’ politik, yang deras, dan kini sampai ke Istana. Inilah resiko yang harus di pikul SBY, dan harus mengambil pilihan politik, dan melakukan negosiasi kembali dengan partai-partai politik, dan memformat kembali koalisi, yang sudah dibangun itu, jika Presiden SBY masih menginginkan bertahan.

Partai-partai yang awalnya sangat kohesif (kuat) mendukung Presiden SBY, nampaknya mereka ‘hopeless’ (kehilangan harapan), karena tidak ada yang dapat diharapkan lagi dari pemerintahan SBY, di periodenya yang kedua. Penunjukkan sejumlah wakil menteri,yang merupakan orang-orang yang ‘dekat’ dengan Presiden SBY, setidaknya mengurangi kewenangan menteri-menteri yang berasal dari partai politik itu, atau mereka merasa tidak leluasa lagi menjalankan kebijakannya (policynya).

Dibagain lainnya, di era pemerintahan SBY yang kedua, nampaknya semakin kehilangan ‘greget’, mengatasi krisis yang dihadapi bangsa ini. Populeritas dan citranya terus menurun. Kalau partai-partai yang tergabung dalam ‘koalisi’, masih tetap bergabung dan pemerintahan SBY masih dalam kondisi yang ada sekarang ini, hanya ada satu kemungkinan di tahun 2014 nanti, partai-partai koalisi itu dapat menjadi ‘zero’ (nol) dalam pemilu.

Memontum kasus bail out Bank Century itu, dimaksimalkan oleh partai-partai yang dahulunya menjadi bagian dari ‘koalisi’ pemerintahan Presiden SBY, dan menjadi sebuah ‘theater’ besar, yang penuh dengan ekspressi dan retorika politik, yang masing-masing ingin menunjukkan sebagai pahlwan dalam pemberantasan korupsi dihadapan rakyat. Kasus Bank Century ini sebuah investasi politik, yang mahal bagi masa depan partai-partai politik, dibandingkan mereka tetap bercokol di pemerintahan Presiden SBY.

Tak aneh mereka ramai-ramai meninggalkan Presiden SBY, karena tak ada lagi yang dapat diharapkan dalam lima tahun ke depan.

Kondisi ini akan berpengaruh terhadap pemerintahan SBY, terutama periode kedua pemerintahannya. Apakah pemerintahan Presiden SBY akan masih efektif? Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman, mengatakan bahwa Presiden SBY dalam posisi yang terancam akibat kasus Bank Century ini. “Kalau kena Ibu Sri Mulyani dalam kasus Bank Century, itu naik ke Wapres Boediono, kalau kena ke Wapres, tinggal satu pintu lagi ke Presiden”, ujar Hayono. (21/2/2010)

Kita akan melihat drama-drama politik babak berikutnya, yang akan mempunyai implikasi ke depan, khususnya bagi kehidupan bangsa ini. Apa langkah yang akan diambil Presiden SBY nanti, pasca keputusan DPR itu?

Tuesday, March 2, 2010

Adu Strategi Menjelang Keputusan Akhir Century

Pertarungan antar partai-partai politik dalam kancah skandal Bank Century akhirnya mengerucut pada dua kubu. Kubu partai pendukung bailout yang dipimpin Demokrat di satu sisi, dan kubu partai penentang bailout di sisi yang lain. Dalam menit-menit terakhir menjelang keputusan akhir, adu strategi dua kubu ini kian sengit dan mulai masuk ke ranah publik.

Adu strategi tersebut bisa dibaca publik melalui langkah-langkah kedua kubu yang kian kentara.

Pertama, kubu Demokrat sepertinya mendisain hasil keputusan Pansus menjadi tiga opsi: A yang menilai bahwa keputusan bailout tidak bermasalah, B yang menilai bailout bermasalah tapi bukan pada tingkat kebijakan tapi hanya pada implementasi di tingkat teknis pelaksanaan, dan C yang menilai bailout bermasalah mulai dari tingkat kebijakan hingga pada teknis pelaksaan.

Tiga opsi ini setidaknya akan memecah hasil voting anggota paripurna menjadi tiga bagian. Satu opsi yaitu A, diyakini Demokrat akan solid, sementara opsi B dan C akan memecah kubu penolak bailout menjadi dua bagian. Secara matematis, A bisa sama dengan B tambah C.

Ternyata, strategi ini dimentahkan rapat Pansus melalui lobi-lobi di akhir pembuatan laporan. Ketika sidang Pansus diskor pada jam 19.30 hari Senin, saat itu seluruh fraksi Demokrat sedang mengikuti konsolidasi di kediaman SBY di Cikeas. Dan rapat baru dimulai lagi ketika jam 22 atau 10 malam. Pada jeda itulah, lobi Pansus minus Demokrat menghasilkan kesepakatan. Yaitu, opsi tidak tiga. Tapi, hanya dua: A atau C. Antara yang mendukung bailout dan yang menolak. Rapat pun berakhir pada pukul 00.30, yang sulit dimungkinkan terjadinya lobi antar anggota Pansus. Dan opsi itulah yang akhirnya secara resmi disampaikan ketua pansus di sidang paripurna.

Laporan akhir ini tentu akan menghambat langkah Demokrat dalam memecah suara kubu penolak bailout. Selain itu, dan inilah yang sangat penting, dua opsi ini menjadi pemandangan yang kongkrit kepada publik tentang dua hal yang tidak abu-abu. Yaitu, siapa yang mendukung bailout yang merugikan uang negara, dan siapa yang menentang bailout yang membela kepentingan rakyat.

Pada saat sidang paripurna keputusan akhir Century Selasa pagi, di luar dugaan, Demokrat merujuk keputusan Bamus yang hanya mengagendakan dua acara, pelantikan anggota dari fraksi PAN menjadi wakil ketua DPR, dan pembacaan laporan hasil Pansus. Sidang pun ditutup secara mendadak, tanpa mengikuti prosedur yang lazim.

Langkah ini dilakukan kemungkinan besar untuk memperluas ruang lobi-lobi kubu Demokrat dan pihak pemerintah dengan anggota DPR lintas fraksi yang jarang-jarang bisa berkumpul secara utuh di Jakarta bersamaan dengan agenda sidang paripurna Selasa kemarin. Tidak tertutup kemungkinan, jika voting dilangsungkan, akan ada perbedaan hasil antara pilihan pimpinan fraksi dengan para anggotanya.

Inilah yang sempat terlontar dari anggota fraksi Demokrat, Roy Suryo, dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun televisi. Menurut Roy, skor antar fraksi bisa jadi berbeda dengan hasil voting di anggota fraksi.

Selain itu, penutupan sidang secara mendadak, bisa jadi, merupakan strategi Demokrat untuk memberikan ruang yang luas kepada fraksi-fraksi untuk menyampaikan pemandangan akhir fraksi di paripurna.

Langkah ini kemungkinan besar bisa efektif untuk mengubah hasil laporan pansus tentang dua opsi yang ditawarkan kepada paripurna. Dengan kata lain, kalau tidak bisa mempengaruhi laporan akhir di Pansus, bongkar saja di paripurna melalui pemandangan baru fraksi soal skandal Bank Century. Penundaan keputusan akhir bisa memberikan ruang Demokrat untuk melakukan lobi kepada pimpinan fraksi. Terutama, fraksi partai koalisi yang sejak awal memperlihatkan ketidaktegasan.

Satu hal yang mungkin luput dari perhatian publik soal pelantikan salah seorang wakil ketua DPR yang berasal dari fraksi PAN. Publik paham bahwa ketua umum PAN adalah orang kepercayaan SBY, yaitu Hatta Rajasa. Tidak tertutup kemungkinan, keberadaan wakil ketua baru ini akan memperkuat posisi tawar Demokrat dalam rapat pimpinan DPR. Dan itu terbukti ketika wakil pimpinan mengadakan rapat mendadak usai ricuh sidang paripurna kemarin. Saat itu, Marzuki dan wakil pimpinan baru dari PAN tidak ikut hadir.

Entah disain apa lagi yang akan dilakukan kubu Demokrat dalam paripurna pagi ini. Namun, satu hal yang mungkin dilupakan kubu Demokrat soal penundaan keputusan akhir skandal Century. Yaitu, semakin kuatnya opini publik tentang adanya penutupan skandal di balik bailout Bank Century yang melibatkan mantan gubernur BI yang saat ini menjabat wakil presiden.

Dua stasiun televisi berita di tanah air dan berbagai media massa lain justru memiliki peluang lebih banyak untuk memperlihatkan arogansi kubu Demokrat yang tidak akan dipisahkan dari sosok kepemimpinan SBY. Mungkin saja voting bisa dimenangkan kubu Demokrat, tapi opini publik justru kian membesar untuk menggilas kepemimpinan SBY.

Sebagai sebuah catatan, beberapa rezim di tanah air, bisa tumbang bukan karena kontraksi politik di lembaga resmi seperti DPR dan MPR. Tapi justru di opini publik yang secara efektif memobilisasi ketidakpuasan dan ketidakpercayaan massif terhadap pemerintahan yang ada.

Islamofobia Adalah Kejahatan Terhadap Kemanusiaan!

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dengan tegas bahwa, "Seperti anti-Semitisme dan rasisme, Islamofobia adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Hal ini sama sekali salah untuk melibatkan semua orang Islam marjinal untuk bertindak."

Berbicara pada acara makan malam dengan wakil-wakil dari organisasi non-pemerintah yang dibentuk oleh kelompok kerabat, Perdana Menteri Turki ini mengutuk serangan rasis terhadap warga negara Turki dan kerabat di negara-negara Eropa.

"Ini tidak adil dan bahkan ilegal untuk bertindak dengan prasangka dan mengucilkan sebagian orang karena pakaian mereka, cara mereka hidup dan keyakinan agama mereka. Kita tidak bisa mentolerir itu dengan cara apapun. Setiap menyinggung sikap, pernyataan dan kebijakan terhadap umat Islam tidak dapat disembunyikan di balik alasan kebebasan berekspresi," katanya."Turki telah membuat kemajuan yang signifikan dalam proses Uni Eropa. Kami telah mempertahankan perundingan aksesi dengan tekad besar. Di sisi lain, ada hampir 5,5 juta orang Turki yang tinggal di negara-negara anggota Uni Eropa. Angka ini lebih tinggi daripada penduduk negara-negara anggota yang lainnya. Orang Tukri memberikan kontribusi yang berharga untuk pembangunan negara-negara yang mereka tinggali," katanya.

Dua Waktu Tidur Yang Dilarang Rasul

Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali. Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur.

Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam Al-Quran, Allah swt pun menyuruh kita untuk tidur. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan.

1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh

Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).
Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata :

“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalih – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).

2. Tidur Sebelum Shalat Isya’

Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).

Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan : “Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan : “Kebanyakan hadits-hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadlan saja.”

Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) : “Di antara para ulama melihat adanya keringanan (yaitu) mengecualikan bila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat, atau diketahui dari kebiasaannya bahwa tidurnya tidak sampai melewatkan waktu shalat. Pendapat ini juga tepat, karena kita katakan bahwa alasan larangan tersebut adalah kekhawatiran terlewatnya waktu shalat.”

Monday, March 1, 2010

Malam Pertama Kita

Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara

Hari itu... mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...

Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. ,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena sangat terkenal bernama Kafan
Wangian ditaburkan kebaju Kita...
Bahagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. .itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah longlai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin....
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan. . . yang telah tiba duluan
Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya.... . tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian,
Tuk mem pertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama yang indah atau meresahkan.. .
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..

Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Sang Malaikat lalu bertanya.
Kita tak tahu apakah akan mem peroleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan mem peroleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....

Saya hampir mem buang email ini namun saya telah diberi kesabaran untuk
mem bacanya terus hingga ke akhir.



Mengapa mudah sekali mem buang email agama tetapi bangga mem "forward"
kan email yang tak senonoh? Astaghfirullah. ..
Marilah mem buat keseimbangan dalam kehidupan kita, sebelum kita menuju
ke "MALAM PERTAMA KITA"

Tuesday, February 23, 2010

Rengekan Yang Membosankan

“Mas, hari ini pulang jam berapa? Dinda minta dijemput ya, dan setelah itu kita ke Giant beli semua keperluan mingguan, ya Mas?” demikian rajuk Dinda pada suaminya yang hanya mengangguk-angguk dibalik handphone. “ Mas, jawab dong, kok diam saja sich”.

“Mas, tahu gak siapa yang ambil minyak wangi Dinda, aduh, kan ada 3 set kecil, kok hilang 2 sich, Mas lihat gak? Apa Mas pindah pindahin, aduh, Mas, kalau mindahin apa-apa bilang dong, Dinda kan jadi repot nih. Mas! bentak Dinda sengit, Mas dengar gak sich, Dinda ngomong apa? Mas kok gitu sich, orang ngomong dicuekin ukhg” rungut Dinda kesal.

Mas, Mas, Mas tahu tidak kawan lamaku yang namanya Irma, dia sekarang hebat banget lho Mas, sudah punya anak lima tapi badannya masih langsing, katanya sich perawatan macam-macam, tapi heran juga ya Mas, kok punya istri secantik Irma, suaminya masih selingkuh juga. Menurut Mas apa suami yang selingkuh itu karena mereka gak tahu bahwa istrinya sudah berjuang sekuat tenaga mengurus anak, mengurus tubuh dan semua itu kan dilakukan untuk suaminya. Menurut Mas, bila suaminya Irma, bla bla bla, tanpa memperdulikan bahwa Mas Ari masih lelah dan baru saja duduk di kursi tamu sepulang dari kantor. Dinda terus saja nyerocos walau tangannya yang lincah tetap mengaduk teh hangat untuk suaminya. Ketika tersadar, Dinda melihat suaminya sudah setengah tertidur dengan kepala mendongak dan dasi yang terlepas dari kemejanya.

“Subhanalloh Mas, Mas Ari kok gitu sich, baru pulang kantor langsung tertidur, mandi dulu Mas, ganti bajunya, capek kan dan berkeringat, demikian jerit kecil Dinda yang sontak membangunkan Mas Ary. Tanpa berkata apa-apa, Mas Ari segera ngeloyor ke kamar mandi dan menikmati guyuran demi guyuran air yang terasa begitu nikmat pada sore itu, yang mana suara istrinya sudah tak terdengar lagi dan yang ada hanyalah kesegaran sesaat. Kemudian digantikan dengan pekikan baru dari Dinda, yang mendapati suaminya keluar dari kamar mandi dengan kaki becek dan membasahi karpet ruang tengah dan itupun tak cukup dengan omelan kecil Dinda yang mendapati teh hangatnya tidak disentuh sedikitpun, serta kue bolu coklat yang Dinda siapkan dari siang hari tergelatak begitu saja dirubung semut. Sementara Mas Ari hanya duduk diam di kursi ruang tengah sambil menonton berita mengenai “Pembebasan Bibit Chandra yang dinyatakan belum terbukti bersalah,” dan lagi-lagi pekikan melenting dari Dinda yang mengajak Mas Ari makan malam, membuat Ari semakin menyadari betapa pulang ke rumah malah membuat dirinya menjadi tidak dapat beristirahat karena tidak adanya ketenangan dan kebebasan dalam beristirahat dan melakukan kegiatan yang disukai, walau menonton berita sore sekalipun.

Kali lain Dinda terus membuat rengekan-rengekan yang pada awalnya disukai Mas Ari, tapi hal itu tak lama, karena rengekan-rengekan manja yang terdengar seperti ketidakberdayaan dari seorang wanita bernama Dinda. Sewaktu pacaran dulu terdengar menyenangkan, ditambah lagi dengan suara yang nampaknya mendayu dayu, menggemaskan dan membuat mas Ari seperti sangat dibutuhkan. Rengekan itu tidak begitu mengganggu, namun ketika kesibukan Mas Ari semakin banyak dan waktu seakan sangat kurang buat mencukupi seluruh keinginan sang istri, Maka rengekan manja itu malah membuat suaminya menjadi lelah dan kesal. Apalagi terkadang rengekan itu disampaikan dengan wajah cemberut, berbau tuduhan dan penuh bumbu yang berlebihan, sehingga hal ini lambat laun menimbulkan kebosanan dan kejenuhan pada Mas Ari, yang bila dibiarkan akan membuat Mas Ari merasa malas berada di dekat Dinda.

Bila rengekan dan semua keluh kesah Dinda disampaikan pada saat yang tidak tepat, seperti suami baru pulang kerja, atau suami sedang menghadapi masalah yang sangat pelik, atau mungkin juga dikala suami sedang sangat lelah, Maka sebagai seorang istri Dinda harus pandai untuk menjadikan rengekan itu sebagai sesuatu kekuatan bagi sang suami untuk melindungi bukan sebagai suatu beban, yang bila diteruskan, Maka rengekan yang mebosankan itu akan membuat para suami merasa tidak nyaman di rumah, dan naudzubillahimin dzalika, akan membuat para suami mencari kenyaman diluar, dan ketahuilah bahwa hal itu: sangat, berbahaya, saudara-saudar

Buku Penyebab Indonesia Dijajah Belanda 3,5 Abad

Tahukah Anda bahwa karena sebuah bukulah maka bangsa Belanda bisa sampai di Nusantara dan melakukan penjajahan atas bumi yang kaya raya ini selama berabad-abad? Buku tersebut berjudul Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien, yang ditulis Jan Huygen van Linshoten di tahun 1595. Inilah kisahnya:

Jauh sebelum Eropa terbuka matanya mencari dunia baru, warga pribumi Nusantara hidup dalam kedamaian. Situasi ini berubah drastis saat orang-orang Eropa mulai berdatangan dengan dalih berdagang, namun membawa pasukan tempur lengkap dengan senjatanya. Hal yang ironis, tokoh yang menggerakkan roda sejarah dunia masuk ke dalam kubangan darah adalah dua orang Paus yang berbeda. Pertama, Paus Urbanus II, yang mengobarkan perang salib untuk merebut Yerusalem dalam Konsili Clermont tahun 1096. Dan yang kedua, Paus Alexander VI.

Perang Salib tanpa disadari telah membuka mata orang Eropa tentang peradaban yang jauh lebih unggul ketimbang mereka. Eropa mengalami pencerahan akibat bersinggungan dengan orang-orang Islam dalam Perang Salib ini. Merupakan fakta jika jauh sebelum Eropa berani melayari samudera, bangsa Arab telah dikenal dunia sebagai bangsa pedagang pemberani yang terbiasa melayari samudera luas hingga ke Nusantara. Bahkan kapur barus yang merupakan salah satu zat utama dalam ritual pembalseman para Fir’aun di Mesir pada abad sebelum Masehi, didatangkan dari satu kampung kecil bernama Barus yang berada di pesisir barat Sumatera tengah.

Dari pertemuan peradaban inilah bangsa Eropa mengetahui jika ada satu wilayah di selatan bola dunia yang sangat kaya dengan sumber daya alamnya, yang tidak terdapat di belahan dunia manapun. Negeri itu penuh dengan karet, lada, dan rempah-rempah lainnya, selain itu Eropa juga mencium adanya emas dan batu permata yang tersimpan di perutnya. Tanah tersebut iklimnya sangat bersahabat, dan alamnya sangat indah. Wilayah inilah yang sekarang kita kenal dengan nama Nusantara. Mendengar semua kekayaan ini Eropa sangat bernafsu untuk mencari semua hal yang selama ini belum pernah didapatkannya.

Paus Alexander VI pada tahun 1494 memberikan mandat resmi gereja kepada Kerajaan Katolik Portugis dan Spanyol melalui Perjanjian Tordesillas. Dengan adanya perjanjian ini, Paus Alexander dengan seenaknya membelah dunia di luar daratan Eropa menjadi dua kapling untuk dianeksasi. Garis demarkasi dalam perjanjian Tordesilas itu mengikuti lingkaran garis lintang dari Tanjung Pulau Verde, melampaui kedua kutub bumi. Ini memberikan Dunia Baru—kini disebut Benua Amerika—kepada Spanyol. Afrika serta India diserahkan kepada Portugis. Paus menggeser garis demarkasinya ke arah timur sejauh 1.170 kilometer dari Tanjung Pulau Verde. Brazil pun jatuh ke tangan Portugis. Jalur perampokan bangsa Eropa ke arah timur jauh menuju kepulauan Nusantara pun terbagi dua. Spanyol berlayar ke Barat dan Portugis ke Timur, keduanya akhirnya bertemu di Maluku, di Laut Banda.

Sebelumnya, jika dua kekuatan yang tengah berlomba memperbanyak harta rampokan berjumpa tepat di satu titik maka mereka akan berkelahi, namun saat bertemu di Maluku, Portugis dan Sanyol mencoba untuk menahan diri. Pada 5 September 1494, Spanyol dan Portugal membuat perjanjian Saragossa yang menetapkan garis anti-meridian atau garis sambungan pada setengah lingkaran yang melanjutkan garis 1.170 kilometer dari Tanjung Verde. Garis itu berada di timur dari kepulauan Maluku, di sekitar Guam.

Sejak itulah, Portugis dan Spanyol berhasil membawa banyak rempah-rempah dari pelayarannya. Seluruh Eropa mendengar hal tersebut dan mulai berlomba-lomba untuk juga mengirimkan armadanya ke wilayah yang baru di selatan. Ketika Eropa mengirim ekspedisi laut untuk menemukan dunia baru, pengertian antara perdagangan, peperangan, dan penyebaran agama Kristen nyaris tidak ada bedanya. Misi imperialisme Eropa ini sampai sekarang kita kenal dengan sebutan “Tiga G”: Gold, Glory, dan Gospel. Seluruh penguasa, raja-raja, para pedagang, yang ada di Eropa membahas tentang negeri selatan yang sangat kaya raya ini. Mereka berlomba-lomba mencapai Nusantara dari berbagai jalur. Sayang, saat itu belum ada sebuah peta perjalanan laut yang secara utuh dan detil memuat jalur perjalanan dari Eropa ke wilayah tersebut yang disebut Eropa sebagai Hindia Timur. Peta bangsa-bangsa Eropa baru mencapai daratan India, sedangkan daerah di sebelah timurnya masih gelap.

Dibandingkan Spanyol, Portugis lebih unggul dalam banyak hal. Pelaut-pelaut Portugis yang merupakan tokoh-tokoh pelarian Templar (dan mendirikan Knight of Christ), dengan ketat berupaya merahasiakan peta-peta terbaru mereka yang berisi jalur-jalur laut menuju Asia Tenggara. Peta-peta tersebut saat itu merupakan benda yang paling diburu oleh banyak raja dan saudagar Eropa. Namun ibarat pepatah, “Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga”, maka demikian pula dengan peta rahasia yang dipegang pelaut-pelaut Portugis. Sejumlah orang Belanda yang telah bekerja lama pada pelaut-pelaut Portugis mengetahui hal ini. Salah satu dari mereka bernama Jan Huygen van Linschoten. Pada tahun 1595 dia menerbitkan buku berjudul Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien, Pedoman Perjalanan ke Timur atau Hindia Portugis, yang memuat berbagai peta dan deksripsi amat rinci mengenai jalur pelayaran yang dilakukan Portugis ke Hindia Timur, lengkap dengan segala permasalahannya.

Buku itu laku keras di Eropa, namun tentu saja hal ini tidak disukai Portugis. Bangsa ini menyimpan dendam pada orang-orang Belanda. Berkat van Linschoten inilah, Belanda akhirnya mengetahui banyak persoalan yang dihadapi Portugis di wilayah baru tersebut dan juga rahasia-rahasia kapal serta jalur pelayarannya. Para pengusaha dan penguasa Belanda membangun dan menyempurnakan armada kapal-kapal lautnya dengan segera, agar mereka juga bisa menjarah dunia selatan yang kaya raya, dan tidak kalah dengan kerajaan-kerajaan Eropa lainnya.

Pada tahun 1595 Belanda mengirim satu ekspedisi pertama menuju Nusantara yang disebutnya Hindia Timur. Ekspedisi ini terdiri dari empat buah kapal dengan 249 awak dipimpin Cornelis de Houtman, seorang Belanda yang telah lama bekerja pada Portugis di Lisbon. Lebih kurang satu tahun kemudian, Juni 1596, de Houtman mendarat di pelabuhan Banten yang merupakan pelabuhan utama perdagangan lada di Jawa, lalu menyusur pantai utaranya, singgah di Sedayu, Madura, dan lainnya. Kepemimpinan de Houtman sangat buruk. Dia berlaku sombong dan besikap semaunya pada orang-orang pribumi dan juga terhadap sesama pedagang Eropa. Sejumlah konflik menyebabkan dia harus kehilangan satu perahu dan banyak awaknya, sehingga ketika mendarat di Belanda pada tahun 1597, dia hanya menyisakan tiga kapal dan 89 awak. Walau demikian, tiga kapal tersebut penuh berisi rempah-rempah dan benda berharga lainnya.

Orang-orang Belanda berpikiran, jika seorang de Houtman yang tidak cakap memimpin saja bisa mendapat sebanyak itu, apalagi jika dipimpin oleh orang dan armada yang jauh lebih unggul. Kedatangan kembali tim de Houtman menimbulkan semangat yang menyala-nyala di banyak pedagang Belanda untuk mengikut jejaknya. Jejak Houtman diikuti oleh puluhan bahkan ratusan saudagar Belanda yang mengirimkan armada mereka ke Hindia Timur. Dalam tempo beberapa tahun saja, Belanda telah menjajah Hindia Timur dan hal itu berlangsung lama hingga baru merdeka pada tahun 1945.

Thursday, February 4, 2010

Cinta...siramilah ia biar subur!

Ah, cinta itu boleh tumbuh, subur dan berbuah. Cinta juga boleh lumpuh, terkubur dan musnah. Ramai pasangan yang berkahwin, tetapi tidak sampai setahun, cintanya patah. Ada juga yang berkahwin, berpura-pura bahagia. Akhirnya kecundang, berpisah di usia senja. Namun lebih ramai yang terus berkahwin, namun rumah tangganya bagai pusara… tidak ada cinta, jauh sekali bahagia. Jika terdetik sahaja di dalam hati, “Aku tidak berpisah dengannya (pasangan kita) hanya kerana anak-anak…” itu petanda bahaya. Selalu kita diingatkan “hadiah” termahal untuk anak-anak ialah mencintai ayah atau ibunya (isteri atau suami kita). Jadi, jangan sekali-kali kematian cinta. Bina dan binalah lagi walaupun bagaimana perit dan deritanya. Satu kebaikan perlu dimulakan berkali-kali. Jangan terperangkap dalam ilusi kesempurnaan. Jadi, binalah cinta berkali-kali. Walaupun sukar sungguh mencari ”kerana-kerana”nya lagi, tapi jangan putus asa. Cari dan binalah kerana yang baru. Jangan jemu. Berilah dan teruslah memberi. Insya-Allah, akan terpinggir juga akhirnya rasa benci, jemu dan letih oleh karenah, kekurangan atau “keburukan” pasangan kita. Ingat selalu, terlalu banyak “sebab” untuk menyintai, berbanding sebab untuk membenci! Jangan cepat berubah hati. Bila “kerana-kerana” yang lain sudah hilang dan terasa tiada sebab untuknya mencintai lagi, ketahuilah itulah permulaan CINTA sejati. Itulah cinta tanpa syarat yang terlalu mahal harganya. Kata hukama, “di kala manusia hilang segala-galanya, maka ketika itulah dia menemui siapa dirinya yang sebenar.”


Cintailah pasangan kita kerana Allah. Ikhlaslah dalam bercinta. Inilah yang akan mengekalkan rasa cinta selepas perkahwinan. Jangan terikat dengan cinta yang murah – yakni cinta berbentuk “maddiah” (fizikal dan material). Jangan diteladani syaitan yang terlalu materailistik, yang merasakan dirinya yang tercipta daripada api lebih baik dari Adam yang tercipta dari tanah. Syaitan terlalu material. Sebaliknya, mulianya Adam kerana ilmu dan ketaatannya kepada Allah. Cinta kita jangan berpusatkan materail dan fizikal! Saya pernah terdengar kata yang pesimis, perkahwinan itu adalah pusara cinta. Semakin bertambah usia perkahwinan, kata mereka, semakin tipis rasa cinta. Tidak ada lagi kemanisan, kehangatan dan keharmonian seperti yang pernah dirasakan sebelum bernikah dahulu. Segala-galanya menjadi semakin suram dan bungkam… seakan-akan pusara. Hakikatnya, dakwaan di atas adalah satu bentuk tipuan syaitan untuk menghindarkan manusia daripada perkahwinan. Agar dengan itu, kebanyakan manusia tertipu untuk beranggapan bahawa kemanisan cinta hanya dapat dinikmati dalam lembah dosa pergaulan bebas dan perzinaan. Namun kita lebih tertarik dengan kata yang optimis – perkahwinan itu adalah kebun cinta. Semakin lama berkahwin, semakin menebal dan mendalam rasa cinta. Akan ada kemanisan, keharmonian dan ketenangan sepanjang kembara mengharungi kehidupan berumah tangga.

Dalam alam rumah tangga, pasti ada kesusahannya tetapi ada juga kesenangannya. Ada kepahitan, namun kemanisan yang seiringannya juga lebih banyak. Susah-susah pun dijanjikan pahala. Inilah janji Islam, yang menegaskan ada “syurga” di dunia. Di mana lagi? Kalau bukan di dalam rumah tangga kita – Baiti Jannati! Apa yang harus dilakukan untuk menjadikan perkahwinan itu sebagai kebun cinta bukan pusara? Salah satu caranya ialah dengan menjaga perasaan, sama ada perasaan kita sendiri dan perasan pasangan kita. Cinta itu berkait rapat dengan perasaan. Sering disebut “perasaan” cinta bukan “fikiran” cinta. Maka menjaga perasaan samalah dengan menjaga cinta. Perasaan adalah bayangan fikiran. Jika fikiran kita positif, perasaan kita akan gembira. Sebaliknya, apabila perasaan kita sedih, marah atau kecewa, fikiran kita juga negatif. Justeru, dengan menjaga perasaan, bererti kita juga menjaga fikiran kita. Perasaan dan fikiran itu saling berkaitan. Perasaan itu umpama nyala api manakala fikiran itu adalah unggunnya.

Dalam sebuah rumah tangga, perasaan suami isteri mesti selalu gembira dan fikiran mesti sentiasa positif. Mengapa ini penting? Jawabnya, fikiran yang positif akan melahirkan tindakan, tingkah laku dan respons yang positif juga. Rumah tangga adalah wadah berlakunya pelbagai keadaan, insiden dan kejadian. Yang pahit dan manis akan datang bersilih ganti. Rumah tangga akan sentiasa teruji. Bagaimana suami dan isteri bertindak (memberi respons) terhadap rangsangan-rangsangan ini? Ini semua bergantung pada fikiran dan perasaan mereka ketika berdepan dengan rangsangan-rangsangan itu. Satu perkara atau situasi yang sama tetapi dihadapi oleh dua orang yang berbeza akan memberi impak yang berbeza bergantung pada fikiran mereka. Bila dicaci misalnya, bagi mereka yang berfikiran negatif akan menganggap itu satu penghinaan. Sebaliknya, bagi yang berfikiran positif menganggap itu sebagai cabaran untuk bertindak dengan lebih baik. Kesannya, yang berfikiran negatif bertindak secara destruktif (meruntuh) – menghina balik, berdendam atau susah hati. Manakala yang berfikiran positif akan bertindak konstruktif (membina) – sabar, muhasabah diri dan melupakan. Tindakan-tindakan yang konstruktif akan menyuburkan cinta. Manakala tindakan destruktif akan “menguburkan” cinta.

Jika cinta itu umpama sebuah kebun… maka adalah lebih mudah untuk memiliki sebuah kebun berbanding menjaga kebun itu agar sentiasa subur dan tidak dimusnahkan oleh haiwan perosak. Justeru, amat penting pasangan suami isteri menjaga perasaan masing-masing. Jagalah perasaan sendiri agar ceria selalu. Insya-Allah keceriaan itu akan memudahkan kita menjaga perasaan pasangan kita. Orang yang gembira selalunya dapat menggembirakan orang lain. Hindarilah rasa benci, marah, kecewa, sayu dan putus asa. Tetapi jika kekadang rasa-rasa negatif itu timbul jua, bermujahadahlah untuk memeranginya. Jangan sekali-kali dibiarkan menetap lama-lama di hati kita. Ia umpama serangga perosak yang boleh memusnahkan kebun cinta kita. Inilah rahsia kesuburan “kebun cinta’. Bila kebun cinta kedua suami-isteri telah subur, insya-Allah seluruh isi rumah (anak-anak, pembantu rumah dan siapa sahaja yang tinggal sebumbung dengan mereka) akan turut merasa teduh oleh rimbun daun-daunnya dan akan dapat pula merasakan keenakan buah-buahnya.

Orang yang penuh dengan rasa cinta umpama bunga yang harum. Ia sentiasa menyebarkan “keharumannya”. Apakah yang harus dilakukan agar perasaan selalu ceria atau gembira? Mungkin untuk merasa gembira lebih mudah jika memang ada sesuatu, seseorang atau keadaan yang boleh menggembirakan. Kalau ada suatu insiden atau kejadian yang melucukan… kita tertawa, gembira. Jika ada orang memberikan hadiah, kita gembira. Namun bagaimana jika semua itu tidak ada? Maksudnya, tidak ada seseorang, keadaan, perkara atau benda pun yang boleh menggembirakan kita? Pendek kata, sumber kegembiraan langsung tidak ada. Bagaimana? Jawabnya, jadilah sumber kegembiraan itu sendiri! Maksudnya, jadikanlah diri kita sebab untuk orang lain gembira. Bagaimanakah caranya? Carilah orang lain dan gembirakan dia. Siapakah dia itu? Siapa lagi kalau bukan pasangan kita. Sentiasalah berfikir, berusaha dan melakukan apa sahaja yang boleh menggembirakan pasangan kita. Insya-Allah, kegembiraan yang kita berikan kepadanya akan kembali kepada kita semula. Pepatah Cina ada mengungkapkan, tangan yang menghulur bunga mawar pasti akan berbau harum. Bijak pandai juga berkata“what goes around, comes around.” Ya, hulurkanlah “bunga mawar” kepada pasangan kita, setiap hari, setiap masa. Insya-Allah, sebelum pasangan kita mencium keharumannya, tangan kita yang menghulurkannya akan berbau harum terlebih dahulu. Bunga mawar itu simbolik kepada kebaikan. Maksud menghulurkan bunga mawar itu ialah buatlah kebaikan kepada pasangan kita – tidak kira sama ada kecil atau besar.

Kebaikan itu umpama baja kepada kebun cinta kita. Teringat apa yang dikatakan oleh A’id Al Qarni dalam bukunya “La Tahzan”, “orang yang pertama merasakan nikmat kebaikan ialah orang yang melakukannya!” Ertinya, sesiapa yang berusaha menjadi sumber kegembiraan (dengan terlebih dahulu berbuat baik), maka dialah yang akan menikmati kebaikan itu sebelum orang yang ditujukan akan kebaikan itu merasa gembira. Bukankah sering dipesankan, dengan menyalakan lilin orang lain, lilin kita tidak akan padam, malah kita akan mendapat lebih banyak cahaya? Suami yang menggembirakan isterinya akan gembira dan begitulah sebaliknya. Saya ulangi, langkah paling utama menjaga kesuburan kebun cinta berusahalah selalu menggembirakan pasangan kita. Berbagai-bagai cara, aktiviti, perkara dan usaha boleh dilakukan untuk itu. Jangan kebuntuan jalan. Jangan ketandusan idea. Percayalah, bila hati sudah “mahu” kreativiti dan inovasi akan timbul dengan sendirinya. Jadilah “tukang kebun” cinta yang rajin dan setia.

Kata bijak pandai, dunia akan menyediakan jalan kepada orang yang mempunyai tujuan. Orang yang sudah mempunyai tujuan, umpama air yang sedang mengalir, tidak payah ditunjukkan ke arah mana hendak mengalir. Air itu tahu dengan sendirinya! Begitulah juga suami atau isteri, jika mereka memang tukang kebun cinta yang setia, tidak payah diajar untuk mengairi, membajai dan menjaga kebun cintanya. Kaedah pertama untuk menjaga perasaan ialah dengan memberi senyuman. Berilah senyuman kepada isteri atau suami kita. Senyuman itu ada dua jenis. Pertama, kerana gembira. Kedua, kerana ingin menggembirakan. Kalau senyum kerana gembira, itu biasa-biasa sahaja. Siapa pun akan tersenyum jika ada sesuatu yang lucu atau menyenangkan. Senyuman jenis ini, kurang nilainya. Senyuman yang luar biasa dan mahal harganya ialah senyuman untuk menggembirakan orang lain. Sungguh pun ada kalanya dalam hati sendiri bergelojak dengan masalah, badan sendiri sedang sakit, diri sedang letih, tetapi demi pasangan di depan mata kita senyumlah jua. Bukan kerana gembira tetapi ingin menggembirakan. Wah, itu payah. Namun kerana Allah, demi cintakan isteri atau untuk mentaati suami, kita tersenyum juga… Inilah jenis senyuman yang dikaitkan dengan iman, yang disamakan dengan satu sedekah. Rugikah kita dengan senyuman itu? Tidak. Insya-Allah, niat kita untuk menggembirakan pasangan kita akan dibalas oleh Allah dengan kegembiraan yang setara atau yang lebih lagi. Kedua, berilah salam. Jangan anggap salam itu hanya diberikan ketika hendak memasuki rumah atau ketika hendak bertemu dan berpisah sahaja. Pada hal salam boleh dihulurkan sebaik ingin tidur atau bangun dari tidur. Hulurkan salam dan senyuman waktu pertama kali bertentang mata selepas bangun dari tidur atau sebelum menutup mata untuk tidur. Atau jika bersua semula setelah sudah agak lama berada di tingkat atas (jika rumah dua tingkat) atau di bilik yang lain. Ketiga, berjabat tangan. Budayakan isteri berjabat dan mencium tangan suami ketika mula bertemu atau hendak berpisah. Begitu juga para suami, jangan sekali-kali kedekut untuk menghulurkan tangan buat bersalaman. Jika terasa bersalah, cepatlah meminta maaf dengan menghulurkan salam. Bila dihulurkan tangan, jangan pula ego untuk tidak menyambutnya. Maafkanlah pasangan kita, bukan dengan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan yakni dengan cara berjabat salam.

Kesimpulannya, ingatlah tiga perkara yang akan menyuburkan kebun cinta kita – mengucapkan salam, memberi senyuman dan sering berjabat tangan. Salam itu umpama “baja”, senyuman itu umpama “air” dan berjabat tangan itu umpama cahaya di kebun cinta kita. Insya-Allah, jika kebun cinta kita selalu diairi, dibajai dan diberikan cahaya, maka perasaan kita akan selalu gembira, fikiran kita akan positif dan tindakan-tindakan kita akan sentiasa membuahkan kebaikan. Dan itulah antara resipi “baiti jannati”. Sekiranya, cintamu hampir menjadi pusara… tafakurlah sejenak di atasnya. Cari kembali dirimu dan dirinya. Bermulalah langkah “menghidupkan” semula cinta itu daripada dirimu sendiri. Dalam pencarian itu hendaklah selalu diingat… carilah di tempat dimana kita kehilangannya. Justeru, kita akan hanya menemuinya semula di tempat yang kita kehilangannya!

Wednesday, December 16, 2009

Peringatan Untuk Diri Yang Zhalim Ini

Sahabat Ibnu Abbas ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda "Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu bersepi-sepi dengan seorang wanita, kecuali beserta mahram" (HR Bukhari dan Muslim) Saudaraku… Hadits diatas sangat perlu kita resapi dalam-dalam bagi kita seorang muslim dan muslimah sejati, terutama kepada kader da’wah. Mungkin saja kita lupa atau khilaf dalam menjalankan kehidupan ini. Untuk itu mari kita saling nasehat menasehati… Chating... Hari ini sudah banyak pasilitas yang bisa menghubungkan seseorang dari jarak jauh dengan teman, adik, kakak, abang, paman, mantan teman dan bahkan mantan pacar yang sudah lama hilang dari peredaran kahidupan pribadi kita. Salah satu pasilitas itu adalah melalui chating di inbox yang ada di komunitas jejaring social yang ada di internet seperti facebook, dll. Kita sangat sadar sekali, kalau kita berkomunikasi melalui chating, tidak ada satu orangpun yang tahu kecuali Allah. Awalnya mungkin chating hanya sekitar pertanyaan dan jawaban tentang aktifitas, kemudian tempat tinggal… intinya pembicaraan ringan… “Untuk perasaan pada saat itu sih biasa-biasa saja” jawab kita dalam hati… Namun setelah pembicaraan itu masuk pada wilayah perasaan, (mungkin saat itu kita lagi ada persoalan dg suami atau Istri atau persoalan lainnya) disinilah syetan mulai memainkan peran yang sebenarnya… Kalau waktu itu kita chating dengan mantan pacar, maka mantan pacar kita dengan santun akan mengatakan, “Kamu harus tegar, Tabah ya, Kamu harus yakin dg dirimu dll kata-kata simpati yang bisa menggugah. Atau kalimat lain seperti “Kamu masih seperti dulu, masih sangat baik, masih… dll yang menggugah perhatiannya seperti pada masa lalu, maka bisa jadi itulah awal terjalinnya kembali perasaan masa lalu yang indah… Atau bisa jadi dia adalah teman biasa yang pernah kenal dimasa SMA atau Kuliah misalnya, atau dia hanya teman yg kenal di facebook saja, kalau chatingnya dilakukan terus menerus setiap hari dari pagi sampai malam, atau ada jadwal rutin chating dengannya, atau setiap buka facebook ada dia, dan ketika chating dibumbui dengan canda, ketawa ketiwi dan bahkan memancing lawan chating untuk mengungkapkan perasaannya (naudzubillahi mindzaliq) maka lambat laun perasaan itu tumbuh menjadi cinta yang dibisikkan oleh syetan, dan akhirnya menjerumuskan kita ke dalam neraka yang apinya menyala-nyala… Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. QS. An Nur : 31. Saudaraku… Munkin itulah salah satu yang dimaksud dari hadits diatas. Bisa jadi, karena hanya ada dua orang berlainan jenis melakukan chating (mungkin bercanda ria) yang tidak ada siapapun yang tahu, maka disitulah wilayah syetan merusak kehidupan manusia, karena kita telah berduaan dari sisi perasaan dan hati, walaupun tidak berduaan dari sisi jasad. Sebab kalau kita sudah terlena, maka kita tidak akan tahu lagi mana batasan nilai kebenaran dan keburukan. Bisa jadi kita sedang “berzina…” Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Nabi Saw telah bersabda "Perzinaan bagi mata adalah memandang, perzinaan bagi telinga adalah mendengar. perzinaan bagi mulut adalah pembicaraan. perzinaan bagi tangan adalah meraba, perzinaan bagi kaki adalah berjalan menuju kemaksiatan, dan perzinaan bagi hati adalah terangsang, berharap, dan membetulkan apa yang menjadi ajakan farji (alat kelamin) (HR Bukhari dan Muslim) Bagi kita yang belum berumah tangga, jangan nodai identitas kita sebagai generasi muda Islam dg hal-hal yang picisan ini. Dan bagi saudaraku yang sudah berumah tangga, jagalah keluarga kita menjadi keluarga sakinah, warohmah dan da’wah. Jangan nodai bahkan dihancurkan dengan bisikan syetan hanya dengan fasilitas yang ada saat sekarang ini. Seharusnya fasilitas itu kita jadikan sarana untuk amal ma’ruf dan nahi mungkar… Saudaraku... Kita semua belum terlambat, masih ada kesempatan untuk menyadari bagi kita yang sudah terlanjur melakukannya... Dan bagi kita yang belum masuk dalam persoalan ini, mari kita bentengi diri kita dengan pemahaman yang benar tentang nilai-nilai Islam... Saudaraku... maafkan kalau aku salah dalam menulis nasehat ini, karena aku hanya manusia biasa. Salam sayangku sebagai seorang yang mencinta Allah dan Rasul-Nya... Allahu Akbar...

Saturday, December 12, 2009